Lomba Blog Wisata Sejarah Kota Malang - 4th Bloggerngalam

Total Tayangan Halaman

free counters
desain dan hak cipta oleh purwanti. Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
purwanti
Fresh graduate apoteker yang sedang berjuang untuk istiqomah, bercita-cita masuk surga, masih berjuang jadi manusia yang berguna dan selalu lebih baik dari hari kemarin, senang mencoba hal baru.kegiatan ngeblog sebagai sarana berbagi ilmu juga sebagai sarana belajar .suka membaca dan cinta indonesia ^^
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Rabu, 15 Mei 2013

postheadericon Lestarikan Tradisi Kawin Lari

              Loh Loh Loh....... kawin lari kok dilestarikn sih??Kawin lari yang ini bukannya kawin lari yang suka dilakuka muda -mudi kalau hubungannya tidak disetujui oleh orang tua loh. kawin lari ini adalah tradisi masyarakat sasak di lombok. Dalam bahasa asalnya kawin lari yang ini disebut dengan merarik. Mau tau bagaimana tradisi merarik ini, yuk simak penjelasan lebih lanjutnya.

             Merarik merupakan salah satu tradisi pernikahan di tanah lombok, Nusa tenggara Barat. Sebenarnya ada beberapa cara  perkawinan di suku sasak diantaranya,
1. Perundungan (perjodohan)
2. kawin lamar ( merapik lamar)
3. Selarian (merarik)
Selasa, 19 Februari 2013

postheadericon Baturaden

       Salah satu wisata andalan di kampung halamanku Banyumas, Jawa tengah adalah Baturaden. Aku sendiri sudah lupa-lupa inget sih, soalnya terakhir kali aku ke sana tuh waktu jaman SD hahahaha..... itu tuh sekitar beberapa ribu tahun yang lalu (#lebay).Tapi kalo mau tau lebih banyak  tentang baturaden sih, tanya si mbah gugel juga bisa lah. Waktu itu aku ke sana sama rombongan dari TK, kebayang kan gimana imutnya aku (#huuuuuu  ).Masih ada kok foto ku lagi naik sepeda air didampingi sama mamahku, di Baturaden.

   


      Tau gak sih, kenapa di kasih nama Baturaden??? konon nama Baturaden ini berasal dari sebuah legenda , atau dongeng yang beredar di kalangan masyarakat Banyumas. Alkisah seorang putra raja yang disebut raden, dia mencintai seorang pembantu (batur). Tapi karena kisah cinta mereka tidak direstui, mereka akhirnya memutuskan untuk  menghilangkan penghalang cinta mereka dengan mengakhiri hidup mereka di sebuah daerah di lereng gunung Slamet yang seang ini disebut dengan nama baturaden. Hmm, ini tuh kayanya  kisah romeo and juliet versi banyumas .( apa mereka udah bahagia yah di alam sana?? sudah punya anak  cucu mungkin?? # ok, just a story)


pancuran pitu
         Di baturaden ini wisata yang banyak dicari adalah wisata air, tepatnya pancuran atau air mancur. Di derah lokawisata baturaden ada 7 curug atau air mancur, saat pertama masuk ke loka wisata kita akan disuguhi sebuah pancuran yang cukup besar dan tinggi, ini adalah pancuran1, dengan berjalan sejauh beberapa meter kita akan  menemui pancuran 2, 3, 4, 5, 6, dan yang paling jauh jaraknya adalah pancuran pitu ( pancuran 7). Tapi biasanya yang banyak diburu para wisatawan tuh panturan telu (3) dan pancuran pitu (7). d pancuran telu terdapat 3 mata air yang konon punya khasiat menyembuhkan, sedangkan di pancuran pitu terdapat mata air yang mengandung belerang( khasiatnya buat penyembuhan juga). menurut ku aada benarnya juga,, karena menurut saya dengan pemandangan indah yang ada disana setidakya segala kepenatan, kebetean, kegalauan dapat hilang bersama aliran pancuran icu #cieeee.

Lokawisata ini tergolong sudah lengkap sarana dan prasarananya, sudah ada lahan parkir,rest area, kolam renang tak ketinggalan wahana - wahan yang seru dan yand pasti pemandangan nya yang ciaaammmmiiikkk banget. So, kalau kamu lagi  atau , mau jalan - jalan ke daerah banyumas jangan lupa mampir ke baturaden yah. aja kelalen loh... hehehe
Senin, 08 Oktober 2012

postheadericon Candi Borobudur


                Jika berbicara tentang Candi Borobudur, di benak saya langsung bermunculan berbagai materi mata pelajaran sejarah hehe...Candi Borobudur memang salah satu situs bersejarah  yang dimiliki indonesia. Bahkan sempat jadi salah satu Keajaiban dunia.

Candi Borobudur 
              Di usia saya yang ke- 17 saya baru sempat menginjakkan kaki di tanah Borobudur, Tanah warisan leluhur. Dan Tahun ini saya mengijakkan kaki di tempat itu untuk yang kedua kalinya. Suasananya masih sama , di dominasi cuaca panas khas daerah tropis. Tak heran ketika masuk kita sudah ditawari berbagai aksesoris penangkat sinar matahari , dari yang modern seperti kacamata, dan topi dari topi biasa sampai ala noni belanda. Mau yang lebih tradisional juga ada, tinggal pilih caping saja hehe topi khas petani indonesia. Harga yang ditawarkan  sangat bersahabat, masih boleh ditawar lagi . Kalau tidak tertarik dengan aksesoris seperti itu tidak usak khawatir, karena tepat setelah melewati pintu masuk , akan banyak jasa penyewaan payung. 

           Di kawasan Borobudur kita tidak hanya dapat melihat Candi Borobudur peninggalan dinasty syailendra ini, tapi di kawasan ini juga terdapat beberapa museum, dan tempat pertunjukkan. Ditambah lagi saat keluar dari kawasan borobudur anda akan disuguhi barisan penjual buah tangan khas Borobudur . 

          Candi Borobudur adalah Candi peninggalan umat budha Mahayan sekitar tahun 800 Masehi, terletak di daerah Borobudur, Magelang, Jawa Tengah , Indonesia. Monumen ini terdiri atas 6 teras berbentuk bujur sangkar yang dihiasi sebanyak 2672 bagian relief candi dan 504 arca budha. Bangunan candi terdiri dari 3 tingkatan , yang menggambarkan 3 tingkatan kehidupan yang dipercayai oleh umat budha. Tingkatan pertama adalah Kamadhatu ( ranah hawa nafsu ), Rupadhatu ( ranah berwujud), dan Arupadhatu ( ranah tak berwujud ). Arsitek dari Candi bersejarah ini adalah Gunadharma,  Candi ini dibangun dengan kurun waktu 75- 100 tahun dan di selesaikan pembangunannya pada masa pemerintahan raja Samaratungga sekitar tahun 825 M.Seiring dengan melemahnya pengaruh Hindu - Budha di tanah Nusantara , Candi ini mulai terlupakan. (wikipedia)

           . Pemugaran Candi ini dimulai pada masa pemerintahan Hindia Belanda, tersebutlah seorang Gubernur saat itu yaitu Gubernur Jendral Thomas Stanford Rafless pada tahun 1814 ( Pak gubenur ini juga lah yang berjasa menemukan flora langka di pulau sumatra yang dikenal dengan Raflessia arnoldi ) . Pemugaran terus dilakukan sampai tahun 1983, sampai akhirnya diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

             Begitu panjang yah, kisah dibalik bangunan megah itu. Sebagai hasilnya,kita generasi indonesia yang lahir berabad - abad setelah Bangunan itu dibuat masih bisa melihat kemegahannya  dan melihat bukti kepiawaian nenek moyang kita dalam menciptakan suatu mahakarya.

 
museum kapal, masih di kawasan candi borobudur(#narsis dikit.)
        
Borobudur menjadi salah satu objek wisata favorit untuk dikunjungi
Minggu, 22 Januari 2012

postheadericon kepualuan derawan

      Pagi ini aku liat idolaku di TV hehehe,, ka fauzi baadila yang keren lagi mandu sebuah acara jalan - jalan. objeknya sebuah kepulauan di wilayah kalimantan timur. wuihh,,, cakep.. pantai pasir putih, laut yang biru, langit yang cerah bener - bener manjain mata pagi- pagi ( selain karena liat ka ozi nya hehehe..). Jadilah sekarang aku mau nulis tentang indahnya kepulauan derawan.


Kepulauan Derawan adalah sebuah kepulauan  di wilayah Kalimantan timur, tepatnya kabupaten Berau. Lazimnya kepulauan di indonesia yang dianugrahi keindahan pantai, kepulauan ini juga memiliki pantai yang indah dan sejumlah objek wisata  bahari yang menjadi tujuan wisata baik lokal maupun internasional. Kepulauan ini menawarkan panorama bawah laut yang menawan, terutama bagi para penyelam.

Secara administratif, kepulauan ini dibagi mejadi 3 wilayah kecamatan yaitu, pulau Derawan, Maratua, dan Biduk .Sedikitnya ada 4 pulau yang banyak dikenal oleh para pelancong yaitu, pulau Maratua, Derawan, Salangaki, dan Kakaban yang ditinggali satwa langka penyu hijau dan penyu sisik. Selain itu ada juga beberapa pulau lagi yang masuk wilayah kabupaten Berau , ada Pulau Panjang, Pulau Raburabu, Pulau Samama, Pulau Nabuko , dan beberapa gosong karang seperti, Gosong Muaras, Gosong Pinaka, Gosong Buliulin, Gosong Masimbung, dan Gosong Tababinga.
Jumat, 06 Januari 2012

postheadericon yuk belajar menulis, menulis aksara tradisional

aksara sunda baku
         kalau teman - teman jalan - jalan di bandung atau beberapa kota di wilayah jawa coba deh teman perhatikan nama - nama jalan di kota yang teman datangi. Seperti di Bandung teman akan menemukan nama - nama alan ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa indonesia, dan dibawahnya dengan aksara sunda. Di yogyakarta juga kita dapat menemukan hal yang sama.
papan nama jalan yg ditulis dengan aksara jawa